BurnOut!!

Masa Pandemi yang tidak kunjung selesai ini membuat para nakes mulai merasakan burnout, kondisi dimana Anda dalam keadaan kelelahan emosional, fisik, dan mental yang disebabkan oleh stres yang berlebihan dan berkepanjangan . Itu terjadi ketika Anda merasa kewalahan, terkuras secara emosional, dan tidak mampu memenuhi tuntutan yang terus-menerus.

Kasus lain, pada 2013 silam, Mita Diran, seorang copywriter Young & Rubicam usia 27, diwartakan meninggal dunia setelah bekerja selama 30 jam tanpa istirahat. 

Pada hari Natal tahun 2015 lalu, Matsuri Takahashi melompat dari gedung hingga tewas. Perempuan berusia 24 tahun itu adalah seorang karyawan perusahaan periklanan Dentsu. Baru diketahui belakangan bahwa dia jarang tidur setelah bekerja lembur 100 jam selama satu bulan sebelum dia bunuh diri.

Istilah “burnout” adalah istilah yang relatif baru, pertama kali diciptakan pada tahun 1974 oleh Herbert Freudenberger, dalam bukunya, Burnout: The High Cost of High Achievement

Dia awalnya mendefinisikan kelelahan sebagai, “lenyapnya motivasi, terutama di mana pengabdian seseorang pada suatu tujuan atau hubungan- gagal menghasilkan hasil yang diinginkan.”

Sederhananya, jika Anda merasa lelah, mulai membenci pekerjaan Anda, dan mulai merasa kurang mampu dalam bekerja, Anda menunjukkan tanda-tanda burnout.

Lalu gimana cara menghadapi kondisi diatas? Ada beberapa hal yang Anda bisa lakukan supaya Anda bisa mengelola burnout Anda.

  1. Cari orang lain
    Kontak sosial adalah penawar alami untuk stres dan berbicara langsung dengan pendengar yang baik adalah salah satu cara tercepat untuk menenangkan sistem saraf dan menghilangkan stres. Jangkau orang terdekat dulu, deketi rekan kantor (ajak ngobrol, hangout bareng), hindari orang negatif, dan tentunya punya komunitas berbagi jadi nilai plus untuk Anda.
  2. Rubah cara memandang pekerjaanmu
    Ketika Anda melihat pekerjaan kita yang membuat kita burnout, bisa saja Anda keluar dari pekerjaan, tetapi bila itu belum memungkinkan maka bisa cari nilai baru dalam pekerjaan anda, nilai yang akan membuat Anda bisa melihat dari sudut pandang lain tentang pekerjaan tersebut. Lalu Anda juga bisa ambil cuti libur panjang dahulu.
  3. Evaluasi prioritas
    Tetapkan batasan.  Jangan terlalu memaksakan diri. Pelajari cara mengatakan “tidak” untuk permintaan waktu Anda. Beristirahatlah setiap hari dari teknologi.  Kembangkan sisi kreatif Anda.  
  4. Coba sesuatu yang baru
    Coba mulai proyek yang menyenangkan buat Anda, atau lanjutkan hobi favorit Anda. Luangkan waktu relaksasi. Teknik relaksasi  seperti yoga, meditasi, dan pernapasan dalam mengaktifkan respons relaksasi tubuh, keadaan istirahat yang berlawanan dengan respons stres.
  5. Banyak tidur.
    Rasa lelah dapat memperparah kelelahan karena membuat Anda berpikir tidak rasional. Tetap tenang dalam situasi stres dengan  tidur nyenyak .
  6. Olah raga
    Meskipun ini mungkin hal terakhir yang ingin Anda lakukan saat kelelahan , olahraga adalah penangkal stres dan kelelahan yang ampuh . Itu juga sesuatu yang dapat Anda lakukan sekarang untuk meningkatkan perasaan hati Anda. Untuk memaksimalkan penghilang stres, alih-alih terus fokus pada pikiran Anda, fokuslah pada tubuh Anda dan bagaimana rasanya saat Anda bergerak: sensasi kaki Anda menyentuh tanah, misalnya, atau angin yang menerpa kulit Anda.
  7. Jaga pola makan
    Apa yang Anda masukkan ke dalam tubuh Anda dapat berdampak besar pada suasana hati dan tingkat energi Anda sepanjang hari. Kurangi gula dan karbohidrat olahan.  Anda mungkin menginginkan camilan manis atau makanan yang menenangkan seperti pasta atau kentang goreng, tetapi  makanan berkarbohidrat tinggi ini dengan cepat menyebabkan penurunan mood dan energi. Kurangi asupan tinggi makanan yang dapat memengaruhi suasana hati Anda secara negatif , seperti kafein, lemak tidak sehat, dan makanan dengan pengawet atau hormon kimiawi. Makan lebih banyak asam lemak Omega-3 untuk meningkatkan mood Anda. Sumber terbaik adalah ikan berlemak (salmon, herring, mackerel, teri, sarden), rumput laut, biji rami, dan kenari. Hindari nikotin. Merokok saat Anda merasa stres mungkin tampak menenangkan, tetapi nikotin adalah stimulan yang kuat, yang mengarah ke tingkat kecemasan yang lebih tinggi, bukan lebih rendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.