Bukan Grogi hal yang menakutkan di Public Speaking

Banyak orang yang melihat bahwa berbicara didepan umum itu menakutkan bahkan sangat menakutkan. Banyak penelitian juga mengangkat tentang seberapa banyak orang yang takut berbicara didepan umum. Bahkan ada yang mengatakan lebih dari 70% orang didunia ini menderita Glosophobia (phobia ketakutan berbicara didepan umum).

Sebagai seorang trainer public speaking, saya melihat hal ini bisa diselesaikan dengan perbanyak jam terbang, dan jam terbang dimulai dari langkah pertama naik kepanggung, dan langkah pertama atau menit-menit awal berbicara didepan umum itu adalah saat yang paling mengerikan.

Tetapi sebenarnya ada yang lebih mengerikan dari pada langkah pertama Anda naik kepanggung untuk memulai berbicara. Yaitu saat Anda memulai membuka sesi QnA alias sesi Tanya Jawab dengan peserta secara langsung.

Beruntung jika peserta yang dihadapi adalah peserta yang “baik”, namun tidak jarang disela-sela peserta yang baik itu muncul peserta yang usil, atau sering kita label “Peserta Sulit”

Salah satu ciri dari peserta usil ini adalah mengutarakan pertanyaan yang terlihat berujung pada debat kusir.

So, apa yang harus kita lakukan jika bertemu dengan kondisi seperti ini?

Ada 3 hal yang bisa kita lakukan,

  1. No Comment
    • Kadang pertanyaan yang diberikan mengandung unsur Politis dan bisa menjadi bumerang kepada Anda dimasa nanti. Ketika Anda sudah melihat pertanyaan kearah tersebut, Anda lebih baik untuk tidak masuk kedalam pusaran politik yang berusaha orang tersebut ciptakan. Cukup jawab saja “No Comment” atau “Untuk pertanyaan yang bapak sampaikan, saya belum bisa berkomentar atau menjawab”.
    • Contoh pertanyaan : “Bagaimana cara menghadapi atasan yang keras, gak pernah mau mendengar bawahan?” Padahal atasan tersebut ada didalam ruang tersebut.
  2. Selesaikan diluar
    • Jika pertanyaan yang ditanyakan perlu penjelasan yang sangat panjang dan sulit untuk dijelaskan secara sederhana, maka kita bisa mengatakan kalau nanti setela sesi kita bisa ngobrol untuk mendiskusikan pertanyaan tersebut. Supaya tidak mengganggu audience yang lain.
  3. Akui dan hargai
    • Kadang orang yang bertanya dengan pertanyaan yang sifatnya mendebat adalah orang yang butuh pengakuan didepan audience yang lain. Atau egonya pengen diakui, so tugas kita akui saja, beri pujian dan penghargaan. Biasanya sudah selesai dan bisa dikendalikan.
    • Contoh jawaban : “Terima kasih untuk pertanyaan dan masukannya pak, dan saya pikir masukan atau apa yang dikatakan bapak tadi bagus sekali, bisa menambah sudut padang kita terhadap apa yang saya sampaikan, terima kasih pak. Boleh dong kasih applause buat bapak X”
  4. Pelajari
    • Jangan takut dulu dengan pertanyaan yang tidak bisa kita jawab. Mungkin dengan pertananyaan yang sulit tersebut justru membuat kita memperbaiki kualitas materi presentasi kita, yang mana itu lebih baik. Bahkan ada seorang profesor dari jepang yang ditanyai seorang audience nya pada saat prof itu presentasi tentang penemuan terbarunya, dan berdasar pertanyaan orang itu membuat profesor tersebut bisa membuat penelitian berikutnya.

Jadi lain kali saat ada sesi tanya jawab, kita bisa lebih siap.

Semua pertanyaannya pasti ada jawabnya, tapi apakah kita sudah tau jawabnya?

gideon

salam.,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.