Antisipasi New Normal dengan “Sekoci”

Perubahan akan terus berlangsung, sampai dunia runtuh pun hal itu akan terus terjadi. Seperti halnya sekarang ini, saat virus covid 19 menyerang hampir seluruh aspek kehidupan manusia diseluruh dunia, semua terheran-heran dan semua orang kaget, tiba-tiba apa yang sudah dibangun dijalani hilang seketika. Pekerjaan yang tadinya baik-baik saja dan sepertinya punya masa depan cerah tiba-tiba hancur! Bisnis yang semua tampak indah, tiba-tiba rusak berantakan!

Banyak yang Hancur, tapi tidak sedikit yang bisa bertahan.

Mari kita belajar dari orang-orang yang bisa menjadi penyintas di masa masa pandemi seperti sekarang ini.

Seperti buku yang ditulis oleh Spencer Johnson “who moved my cheese”, dimana didalam buku tersebut digambarkan dengan sangat sederhana tentang bagaimana kita bisa bertahan dengan perubahan yang terjadi.

Ada 3 hal yang harus selalu dilakukan didalam kehidupan ini menurut buku tersebut, yakni mengantisipasi yang akan terjadi, beradaptasi dengan yang terjadi, dan menikmati atau berdamai dengan apa yang sudah terjadi.

Poin pertama menjadi sangat penting sebelum perubahan itu datang, didalam Antisipasi saya coba mencari tau apa saja yang harus kita siapkan sebelum perubahan itu datang. Seperti halnya kapal pesiar, untuk mengantisipasi kapal tersebut tenggelam pastinya kapal tersebut memiliki sekoci atau kapal penyelamat untuk keadaan darurat.

Sama, kita harus mempersiapkan sekoci kita masing-masing supaya kapal hidup kita mempunyai penyelamat jikalau badai itu menenggelamkan kapal utama kita. Apa itu sekoci?

Skill

Jangan lupa untuk terus mengasah skill atau kemampuan kita, namun yang terpenting bukan hanya itu. Tetapi juga mempelajari kemampuan-kemampuan lain selain keahlian kita sekarang ini. Misal sekarang kita adalah seorang Chef sebuah hotel terkenal, so jangan hanya memperdalam tentang teknik memasak, tapi juga belajar skill lain selain memasak. Semisal Skill Marketing, Skill Negosiasi, Skill Fotografi, Skill Editing Foto Video, Skill Perpajakan mungkin, yang sekiranya masih ada hubungan dengan skill utama kita. Supaya ketika ternyata memasak tidak lagi dibutuhkan, kita masih bisa tetap bertahan dengan skill atau kemampuan lainnya. Bayangkan jika hanya memiliki 1 skill saja dan ketika 1 itu tidak dibutuhkan lagi makan apa yang bisa kita lakukan setelah itu???

Economy

Saat semua penghasilan kita baik-baik saja bahkan berlebih, coba deh sisihkan sedikit saja kedalam tabungan khusus kita. Didalam perencanaan keuangan ada istilah 10 20 30 40, yang bisa diartikan ketika kita mendapatkan penghasilan tiap bulan langsung masukan ke dalam porsi 10% untuk membantu orang lain (donasi), 20% untuk investasi yang didalamnya ada Dana Darurat, 30% untuk cicilah hutang, dan 40% sisanya untuk kebutuhan sehari-hari.
Mari bahas khusus tentang Dana Darurat, dana ini yang akan menjaga kita tetap hidup saat tiba-tiba penghasilan kita hilang. Besarnya tergantung dari status kita, kalau kita masih lajang siapkan 3-6 bulan kebutuhan hidup, tapi kalau kita sudah menikah siapkan 6-12 bulan kebutuhan hidup. Jadi misal kebutuhan hidup kita sebulan 2 juta, maka minimal di saldo dana darurat kita harus ada 6juta (singgle) atau 12juta (berkeluarga), untuk setidaknya menyambung nyawa selama 3 bulan – 6 bulan kedepan tanpa pekerjaan. Dan waktu 3-6bulan dirasa cukup untuk mencari penghasilan pengganti.

Knowledge

Selalu buka tutup pikiran kita supaya kita bisa terus bertumbuh dan berkembang dengan ilmu pengetahuan yang lain. Terlebih sekarang ini informasi begitu mudah kita dapat, tidak ada alasan lagi untuk kita tidak belajar hal atau ilmu baru. Baca baca dan baca, itu yang dibutuhkan supaya kita terus uptodate dengan hal-hal disekitar kita. Dengan ilmu yang baik, kehidupan kitapun akan baik.

Opportunity

Coba tengok kanan kiri, apakah ada pilihan lain selain apa yang kita kerjakan selama ini. Misal kita seorang karyawan, coba cek perusahaan sebelah, apakah ada tantangan baru disana, atau coba cek apakah ada bisnis yang bisa kita lakukan diluar pekerjaan utama kita? Siapa tau perusahaan lain ataupun bisnis baru akan membuat kita semakin berkembang. Tapi ingat, jangan buru-buru melompat! kasih ancang-ancang yang cukup dulu, baru lompat.

Connection

Perluas koneksi atau networking kita! jangan hanya bergaul dengan teman yang itu-itu saja, buka pertemanan baru, gabung dengan komunitas baru, hubungi kawan lama, jalin silaturahmi yang sudah terputus. Semakin banyak kenalan kita semakin banyak pintu berkah yang mungkin terbuka buat kita.

Inner Peace

Ini lebih kepada hubungan kita dengan Tuhan, bagaimana kita menjalih hubungan dengan Tuhan selama ini? apa Senen Kamis, atau kadang-kadang saja, pas butuh pas datang. Atau memang hubungan dengan Tuhan sudah menjadi prioritas yang harus dilakukan.
Semakin hubungan dengan Tuhan baik, semakin damai hati jiwa ini ketika menghadapi perubahan yang terjadi. Tidak mudah gelap mata, tidak mudah takut dan juga tidak mudah stress, karena kita tau bahwa tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menolong kita.

Jadi teman-teman, siapkan SEKOCI kita dari sekarang. Jangan nunggu kapal tenggelam dulu baru cari atau siapkan sekoci, itu sudah TELAT!!

Kalau sekocimu apa sobat??

salam.,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.