Sudah nikah belum? Kapan punya anak?

Pertanyaan diatas jadi hal yang sangat sensitif di masa-masa Lebaran, ketika keluarga besar berkumpul dari segala penjuru, menyatu dan seru.

Siapa dari kita yang tahun ini dapet pertanyaan tersebut?

Saya termasuk salah satunya, dan berhubung saya sudah menikah dan punya anak, pertanyaan default yang sering ditanyakan adalah “Kapan punya adik buat Abiel (nama anak saya)?” dengan berbagai versi tentunya.

Mari kita bahas hal diatas, kenapa banyak orang yang sering merasa terganggu dengan pertanyaan diatas, bahkan kemudian muncul emosi marah karena mendengar pertanyaan tersebut, bahkan pernah saya baca di status medsos kalau pertanyaan itu bisa memutus tali persaudaraan. NGERI!

Hal pertama yang saya lihat adalah sebenarnya pertanyaan tersebut adalah pertanyaan “Basa Basi” yang sebenarnya kita jawab dengan jawaban apapun tidak akan berdampak besar, semisal ketika ditanya Kapan nikahnya, kq pacaran terus? Jawab kita ; Rahasia dunk! Tunggu tanggal maennya. Pertanyaan yang dimunculkan hanya untuk membuat suasana tidak basi, pertanyaan yang dilontarkan untuk membuat suasana lebih hidup.

Hal kedua saya melihat bahwa sepertinya tidak ada intensi khusus saudara/teman/orang lain bertanya pertanyaan tersebut. Atensinya ya cuma membuat cair suasana aja, gak lebih. Karena kalau memang orang itu benci sama kita, jangankan ngomong- papasan aja udah males kan.

Ketiga, pertanyaan-pertanyaan tesebut keluar karena mereka PEDULI sama kita, misal : kemarin saya ketemu sama teman lama, dan setau saya dia belum menikah, lalu saya tanya “Eh bro, lo belum nikah ya?” dst.. Saya bertanya bukan karena pengen mencampuri urusan hidupnya, tapi saya inget punya teman yg juga belum menikah, pikir saya pengin ngenalin ke teman saya tersebut, siapa tau kan berjodoh ya. Untunya teman saya jawab dengan santai dan menyenangkan, coba klo ngeGas, hmm gak jadi deh dikenalin sama teman saya lainnya. Atau misal dulu juga pernah ngobrol sama rekan kerja lama, dia tanya ke saya udah punya anak belum, dan sekali lagi saya menjawab dengan santai dan menyenangkan, dari obrolan itu saya belajar bagaimana bisa punya anak dan mendapat rekomendasi dokter-dokter kandungan hebat yang siap membantu. Dan inget ya bro, klo mereka gak peduli sama lo pada ngapain juga tanya-tanya.

Yang keempat ini mungkin yang selama ini kita gak suka dengan pertanyaan diatas, adalah niat mereka untuk MENJATUHKAN kita, atau pengen mencampuri urusan hidup kita. Untuk hal ini gak usah dibahas mendalam lah. Setau saya dan saya percaya, orang dengan intensi jahat itu jauh lebih sedikit dari orang baik. Kalaupun kita ketemu sama orang jenis ini, ya udah, jawab aja dengan basa basi juga, gak perlu ditanggapi serius. Semakin serius kita, semakin senang mereka.

Berikutnya tentang pertanyaan tersebut jangan dibawa perasaan lah, alias baper. Baper terjadi karena kita sendiri yang memutuskan untuk mengijinkan hal tersebut terjadi, kalau kitanya santai-apapun pertanyaannya gak akan ngefek ke kita. Baper ini yang kemudian akan membawa masalah setelahnya, baik masalah yang tidak terlihat (mendem dalah hati klo gak seneng), atau bahkan masalah yang terlihat (dijawab dengan ngeGas misal, atau bahkan fisik ikut serta). Bahkan menurut saya “Baper” ini yang kemudian menjadikan hal-hal ini viral di mata Netijen jaman Now, karena sepertinya dulu hal-hal tersebut tidak menjadi masalah besar.

So gaes, apapun pertanyaannya tidak akan membuat kita terluka KALAU KITA TIDAK MENGIJINKAN. Kalau kita terluka dengan pertanyaan2 itu, berarti bukan salah orang lain, tapi karena kita yang Mengijinkan kata-kata itu melukai kita.

Ada sebuh quote yang menarik “Kapal bisa tenggelam kalau Air laut masuk kedalam kapal” yang artinya apapun yang orang lain katakan, sebanyak apapun itu, tidak akan membuat kita tenggelam kalau kita bisa membuat kapal hati kita lebih kuat.

salam,.

oiya, Selamat Idul Fitri 1440 H, Mohon Maaf Lahir Batin..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.