5 Salah Mental Karyawan Baru

Selesai Kuliah menjadi titik awal kehidupan baru, kehidupan yang sebenarnya,sudah lepas dari orang tua dan bertanggung jawab penuh atas kehidupannya. Langkah pertama adalah pastinya mencari pekerjaan (bagi yang belum bekerja saat kuliah), dan banyak fresh graduate yang melihat ini adalah sesuatu yang mengerikan, padahal justru setelah masuk kedalam sebuah perusahaan itu adalah tantangan yang sebenarnya.

Ketika masuk dalam perusahaan, tidak jarang kita banyak melakukan kesalahan Mental, dan kesalahan mental ini yang menjadi tantangan terbesar kita sebagai pekerja baru.

Apa saja Salah Mental yang mungkin menjangkiti Karyawan Baru,

1. Tidak memiliki Goal

Sama seperti di bangku perkuliahan, kalau kita salah jurusan biasanya kuliah kita “asal Lulus aja”, tidak ada jiwa saat menjalaninya. Di pekerjaanpun kita harus punya Tujuan atau Goal saat memulai karir kita. Tanpa tujuan yang jelas akan membuat kita cuma berputar-putar saja di kantor itu, maka kejelasan sangatlah perlu di awal.
Jangan sampai kita kerja hanya karena sudah waktunya saja, atau ya dari pada nganggur. Bener sih dari pada nganggur, tapi tetap kudu kasih tujuan dari kerja itu.
Dari si pekerja, mestilah menentukan dan bertanya berbagai hal seperti;

– Apa ini pekerjaan tetap atau hanya batu loncatan?
– Berapa lama dan posisi apa yang ingin dicapai?
– Target Gaji yang didapat berapa? 

2. Mudah Menyerah

Karena Goal diatas tidak jelas, membuat kita ketika mengerjakan pekerjaan kita menjadi tidak maksimal. Kena sedikit masalah saja sudah langsung angkat bendera putih dan menyerah, atau pindah kerjaan. Kena omel bos, kena complain pelanggan, ada masalah dengan rekan kerja, atau malah kerjaan yang tidak bisa dikerjakan membuat kita gampang menyerah.
Ada anekdok yang mengatakan kita generasi milenial ini adalah generasi yang dibesarkan seperti guci cina. Dirawat dengan baik, di elus-elus, jangan sampai lecet. Karena kondisi orang tua kita yang jauh lebih baik dari kehidupan mereka saat kecil.
Kita generasi peralihan ataara generasi susah (masa kemerdekaan-susah makan-anak banyak) ke generasi balas dendam (orang tua kita) dan generasi sekarang (generasi belajar)
SOLUSI :

– Jangan Baperan
– Hadapi masalahnya, jangan lari menghindar (Kalau ada yang mengganjal sampaikan langsung, jangan cuman dipendam)
– Cari Mentor (orang yang bisa menjadi penolong dikala susah)
– Ingat tujuan kerjamu (yang memotivasi)

3. “No Man”

No Man itu kebalikan dari YES MAN, adalah orang yang senengnya hitung-hitungan dengan bos ato kerjaannya, klo dikasih kerjaan yang sekiranya diluar job desc nya dia akan bilang Wani Piro!
Ada teman seoran wirausaha yang sukses pernah mengatakan kalau dulunya dia bekerja ikut orang, dan tujuan dia kerja adalah untuk BELAJAR. Kantor adalah tempat kita belajar, makanya belajarlah sebanyak mungkin, jangan cuma terkungkung didalam Job Desc kita saja, tapi coba terima kerjaan-kerjaan diluar job desc.
Karena kalau kita cuma mengerjakan apa yang menjadi job desc saja, tentunya kemampuan kita hanya itu-itu saja dan tidak berkembang.
SOLUSI :
– Pastikan Pekerjaan Utamamu selesai dulu
– Jangan langsung berkata No
– Kembangkan Bakatmu
– Efort dulu baru Support

4. Pasif Player

Jenis Karyawan ini adalah Karyawan Robot, kita tau Robot hanya bekerja kalau ada yang memberi perintah. Tentu kita bukan Robot, so jangan terlalu pasif atau diam aja didalam kantor. Lebih Proaktif melihat kondisi sekitar, baik Atasan-rekan atau bahkan bawahan, apakah mereka membutuhkan bantuan atau tidak.
SOLUSI :
1. Lebih Peka dengan sekitar.
2. Tawarkan bantuan.
3. Tawarkan Solusi.
4. Kalau bos minta Paku, kasih juga Palunya. Ini berarti memberikan sesuatu yang diluar expektasi.

5. Soda Man

Soda Man itu seperti Soda, masuk awal berbuih buih, semangatnya luar biasa. Namun berjalannya waktu mulai kendor, dan lama2 akan jadi Racun yang meracuni kanan kirinya.

SOLUSI;
– Berani membicarakan dengan atasan/orang bersangkutan tentang ketidak nyamanan pekerjaan
– STOP meracuni orang sekitar
– Kalau dirasa sudah tidak cocok, baiknya keluar dengan baik-baik.

Sepertinya Salah Mental diatas bukan hanya menjangkiti karyawan Baru saja, namun juga karyawan yang sudah bekerja bertahun-tahun juga bisa terjangkiti penyakit tersebut.

Salam.,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.