Bom Lagi dan lagi

Belum habis air mata dunia dengan tragedi di Selandia Baru, sudah ada lagi tragedi yang lebih banyak membuat banyak nyawa melayang sia-sia.

Minggu (21/4/2019) pagi  hari disaat umat Kristiani merayakan Paskah dengan teduh, tiba-tiba sekelompok teroris meledakan diri ditengah-tengah jemaat yang sedang beribadah, bukan hanya di Gereja, namun ada beberapa ledakan yang terjadi disaat yang hampir bersamaan tersebut. Tercatat lebih dari 250 korban jiwa meninggal dalam peristiwa ini.

Apakah dunia bisa lebih baik kedepannya jika kejadian-kejadian ini terus terjadi? apakah dunia akan menjadi tempat yang aman untuk anak cucu kita kedepannya?

Banyak peristiwa yang kemudian membuat kita berfikir ulang tentang pertanyaan diatas. Mungkin memang benar Dunia sudah semakin tua, sudah semakin banyak yang menguras sumber daya nya, semakin banyak mulut yang lapar dan perut yang butuh diberi makan. Tidak hanya itu ternyata! banyak juga pemikiran yang butuh diberi makan, makanan yang bergizi, makanan yang membuat pandangannya tentang orang lain berubah, berubah jadi baik tentunya. Karena hanya karena Agama, lantas beberapa orang merasa berhak membunuh orang lain. Menurut saya sekali lagi ini tindakan yang pengecut! sama seperti tindakan di Selandia Baru, yang membunuh orang lain yang tidak berdaya, artinya orang yang dibunuh tersebut tidak bisa melawan atau bertahan! Kalau mau, silahkan ikut perang yang sebenarnya, sama musuhnya sama-sama pegang senjata. Itu baru seimbang.. Jangan cuma bisanya bawa bom, lalu bunuh diri!

Apakah ada harapan ke depan dunia semakin baik dan damai?

Menurut saya Ada, dan saya percaya itu!

Apa yang bisa kita lakukan untuk menjadikan dunia kita lebih indah di masa depan? Sebenarnya 1 hal yang bisa kita lakukan menurut saya , yakni PIKNIK!

iya Piknik, tamasya, wisata, traveling!

Dalam arti bukan cuma tubuh kita yang kemudian kita ajak jalan-jalan keluar dari rutinitas, namun juga otak dan pemikiran kita.

Intinya adalah semakin kita banyak piknikin otak kita, pastinya akan lebih banyak hal-hal baru yang direkam otak kita. Jangan melatih otak kita untuk hanya Fokus di satu hal saja secara terus menerus tanpa belajar (Piknik) ke hal baru lainnya. Karena cara seperti ini adalah cara yang dipakai para aktor dibelakang teroris-teroris yang mau dengan berbesar hati membunuh dirinya dengan tujuan tertentu, yakni dengan cara memenuhi otak dan sudut pandang hanya 1 doktrin saja, dan menganggap yang lain salah. Kenapa yang lain salah, karena ya kurang piknik.

Coba bayangkan jika semisal kita adalah individu dari salah satu suku diIndonesia, dan dari kecil kita diajari dan didoktrin bahwa suku kita adalah suku paling hebat, paling benar, yang terjadi adalah ketika kita melihat suku lain akan lebih rendah dengan suku kita. Jangan kan piknik ke suku lain, lihat aja udah jijik!

Boleh anggap suku atau agama kita adalah yang terbaik, namun cukup berhenti sampai sini. Jangan kemudian kemajon’ untuk kemudian merendahkan atau bahkan menganggap suku dan agama lain salah dan jelek!

Piknik membuat kita semakin luas sudut pandang terhadap hal lain yang diluar hal yang kita tau selama ini. Misal, ada stereotype yang muncul ketika kita mendengar tentang suku Batak (Keras, Tegas, gak bisa santai) atau suku Jawa (Ngomongnya dibelakang, pelan-pelang hidupnya), bahkan mungkin suku China (Pelit, gak mau bergaul dengan suku lain) dan lain lain. Kalau misal saya suku Jawa dan tidak mau bergaul atau piknik ke suku lain, tentu pandangan-pandangan diatas tersebut yang kita anggap benar dan syah!

Jadi ketika ketemu orang China langsung muncul dalam kepala “hati-hati, jangan deket2 sama orang China, mereka pelit!” atau pas ketemu suku Batak “Jaga jarak sama mereka, mreka itu klo ngomong kasar!” Padahal kan gak selalu begitu?!

So, dengan Piknik yang berfaedah, kita bisa ngobrol dengan pikiran kita dan pandangan orang lain. Misal, kita orang Batak dan kemudian ada teman kita yang ngomong “Eh jangan deket-deket sama orang Jawa lho, nanti kamu diomongin dibelakang, didepan baik-baik-tapi belakangnya..hmmmm”, klo kita denger itu dan kita sudah sering piknik maka kita bisa mejawab “Gak juga, buktinya aq punya temen orang jawa yang klo ngomong bisa keras dan tegas juga lho!” Karena apa, karena kita memiliki data tentang orang Jawa yang kita tau dan alami sendiri, bukan dari katanya..

Intinya, mari kita sering piknik keluar sebentar dari rutinitas kita, baik fisik maupun mental. Untuk Fisik monggo silahkan jalan-jalan traveling, dan untuk Mental monggo silahkan bersilaturahmi ke orang-orang diluar Ring terdekat kita. Baca buku yang tidak biasanya kita baca, lihat genre film atau denger musik yang berbeda dengan genre yang biasanya kita suka. Dengan melakukan hal tersebut, niscahnya pikiran dan pemikiran kita akan jauh lebih luas dan terutama akhirnya kita bisa MERAYAKAN PERBEDAAN itu, bukan malah ingin membuat semua SAMA!

salam.,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.