F#ck Bullying!

Audrey, nama seorang anak SMP yang sendang hangat dibicarakan. Hangat bukan karena prestasinya, namun karena Audrey menjadi korban bullying.

Sedih dan geregetan ketika mendengar dan membaca beberapa berita tentang peristiwa tersebut, peristiwa dimana beberapa anak SMA melalukan Bullying bahkan sampai melakukan kekerasan fisik kepada Audrey yang masih duduk di bangku SMP. Pikiran pertama yang keluar, koq bisa ya anak-anak itu melakukan tindakan seperti itu? apa yang dipikirkan mereka? dan apa yang menjadi latar belakang peristiwa tersebut? karena pasti ada hal yang menjadi latar belakang terjadinya bullying tersebut.

Saya orang yang akan berdiri menentang segala macam bentuk Bulliying, baik secara verbal, psikologis ataupun fisik! Karena pastinya bullying tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan menambah masalah semakin panjang. Hal tersebut membuat saya merasa sedih dan mengutuk peristiwa tersebut.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi bahan pembelajaran buat kita semua, dan mungkin sudah banyak artikel atau individu yang membahasnya, pembelajaran sebagai seorang remaja-muda jaman now, bagaimana juga menjadi orang tua yang memiliki anak remaja saat ini, pun juga bagaimana sistem pendidikan yang harusnya bisa mengantisipasi hal tersebut tidak terjadi.

Hal yang saya pelajari dari kasus ini lebih kepada perilaku oknum Netijen yang membuli para tersangka, bahkan kalau lihat komentar-komentarnya mengerikan, ada yang mengolok-olok para pelaku bahkan ada yang sampai ancaman fisik.

Pertanyaan yang kemudian muncul, apakah boleh dan sah kita membuli orang yang membuli??

iseng-iseng saya buat polling didalam story IG @gideonsurya_ dengan pertanyaan yang sama, dan ada beberapa rekan yang mengijinkan itu dilakukan. Walau sebagian besar menjawab tidak boleh.

Saya ada diposisi yang mengatakan tidak. Karena memang menurut saya kalau kita ikut menghujat mereka, ikut membuli para tersangka, so kita jadi individu yang juga membuli individu lain. Dan itu dari awal saya sudah menyatakan benci dengan bullying.

Menurut saya, boleh kita marah dengan kejadian diatas, boleh kita geram dan boleh kita mengekspresikan kemarahan kita. Namun akan lebih baiknya jika amarah kita bisa kita jadikan hal yang baik, bukan malah ikut menghukum dan membuli mereka. Arahkan amarah kita kepada “Sekitar” kita dengan lebih peka terhadap bullying, arahkan amarah kita terhadap didikan kita kepada anak kita supaya mereka tidak menjadi korban bahkan tidak menjadi pelaku, atau kita bisa mengarahkan kepada hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi praktek bullying tersebut dengan berbagai cara. IMHO

So, stop bullying! .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.