Hemat pangkal Kaya

Hemat tidak selalu pangkal Kaya, tapi orang kaya akan selalu Hemat.

Dari kecil selalu kita didoktrin bahwa berhematlah maka kekayaan akan datang dengan sendirinya, kerena Hemat pangkal Kaya. Tapi apa benar yang namanya hemat akan selalu kaya?

Setelah melihat, mencari dan bertanya kepada para pakar financial, sebagian besar bahkan hampir semua memiliki kesimpulan yang hampir sama-yakni berhemat tidak pangkal kaya, tapi orang kaya akan selalu Hemat dalam membelanjakan uangnya. So, hemat saja belum bisa membuat kita lebih kaya, ada cara2 lain yang saat ini sedang banyak digalakan oleh para financial adviser. Karena memang mereka-mereka ini sedang gerah dengan gaya hidup dan pola hidup yang khususnya para Milenial lakukan, hanya cuma pengen punya banyak likes di sosmed-milenials ini gak segan untuk menghabiskan uang tabungannya untuk bisa jalan-jalan atau membeli sesuatu yang sebenarnya gak mereka terlalu butuhkan. Dengan prinsip hidup YOLO (You only live ones) membuat mereka seolah-olah harus menghabiskan secepatnya, dan tidak ada masa depan yang justru membutuhkan banyak uang untuk tetap bisa hidup dengan layak.

Termasuk saya, saya yang pernah mencicipi gaji dan penghidupan diJakarta seolah hanya lewat saja saat saya sekarang melihat kebelakang, eniwe sekarang saya sudah menetap dikota tercinta Jogja yang kalau dilihat dari segi penghasilan tidak seberapa dari Jakarta. Ingin rasanya mengulang masa lalu dan kemudian memperbaiki apa yang saya lakukan dimasa keemasan, menyisihkan uang untuk masa sekarang dan masa depan.

Kebutaan saya tentang financial planning membuat hidup dan uang berjalan begitu saja, uang yang ditabung ya habis cuma buat gaya hidup, bahkan untuk membeli “mainan-mainan” yang sekarang cuma tergeletak begitu saja. Terbesit ketika dulu saya tau ilmu ini dan berani mengambil tindakan didalamnya, mungkin sekarang saya sudah bisa pensiun dan mengenghidupi pekerjaan tanpa tujuan uang yang utama.

Tidak ada kata terlambat untuk berubah dan belajar,

dan baru beberapa bulan lalu saya memutuskan untuk belajar lebih banyak tentang financial planning, dan mulai memaksa diri terjun didalamnya. Baik dari segi perencanaan keuangan, hingga tabungan saya harusnya dikemanain, dan hasilnya-mimpi pengen punya rumah via KPR akhirnya saya TUNDA! bukan berarti saya gak ingin punya rumah, tapi ada hal-hal yang bisa saya kerjakan dengan tabungan saya yang nantinya diharapkan bisa membuat membeli Rumah secara KONTAN, bukan cicilan 20tahun.

Salah satu yang sedang saya dalami adalah ngomongin tentang investasi, dan dari sekian banyak bentuk investasi yang ada, Saham adalah pilihan utama. Banyak orang yang bilang bahwa Saham itu resiko nya BESAR, High Risk High Return. Namun, Resiko itu bisa kita minimalkan dengan pengetahuan. So, mulailah saya belajar tentang saham ini, dari mulai baca2 artikel gratisan di internet, beli buku dan baca, plus juga mengikuti pelatihan-pelatihan tentang dunia pasar modal pada khususnya.

Dari semua yang saya pelajari, percayalah sekarang dunia saya berubah, lebih bisa memilih mana yang harus saya prioritaskan-bukan lagi KPR atau bukan lagi ganti mobil-motor tapi INVESTASI. Namun tentunya saya gak bisa sendiri, ada istri yang juga harus disamakan frekuensinya, jadi biar klo ngobrol bisa nyambung, dan hasilnya istri menjadi REM buat saya yg pengennya injek GAS mulu.

Selain itu, muncul ide buat bagaimana bisa menyebarkan virus investasi ini kepada banyak orang-orang sekitar. Beruntung sekarang saya bekerja disebuah training center Yogyakarta. Tetunya dengan kondisi ini saya bisa membuat kelas-kelas pelatihan tentang financial planning for milenials, dan benar saja sudah 2 kali kelas diadakan dan Puji Tuhan semua berjalan dengan lancar, pesertapun lumayan banyak untuk kelas baru.

Dari evaluasi kelas yang dijalankan, saya dengan STC (tempat kerja) berencana mengadakan kelas khusus untuk investasi SAHAM, karena memang bentuk investasi ini yang banyak diinginkan teman-teman peserta. TEntunya bukan saya pengajarnya ya, anak kemaren sore mau ngajar, apa yang mau diajar coba. Makanya kami bekerja sama dengan sebuah lembaga Wealth Advisory dijogja yakni Rayhn yg jauh lebih berpengalaman dan profesional dibidangnya. Waktu pertama ketemu dengan lembaga ini, satu hal yang saya minta adalah TOLONG HARGANYA JANGAN MAHAL!! karena apa, ini JOGJA!! jualan kelas 50rb aja susahnya,.wkwkwk malah jadi curcol.

intinya harga yang biasanya di Jakarta khususnya itu dijual lebih dari 5juta per orang, untuk kelas kali ini ada 2 jenis kelas, yakni kelas Basic dan Premium yang tergabung dengan sebutan kelas STOCKGROW

KELAS STOCKSGROW
Paket BASIC (FULLDAY) :
1. Lifetime Learning: Training Analisa Teknikal Dasar Saham.
2. Personal Finance Class: Peserta akan dipandu untuk menata keuangan dan menyiapkan target 6 bulan kedepan di dalam kelas max 2x pertemuan selama 6 bulan.

PREMIUM (FULLDAY):
1. Paket BASIC ++
2. Menu Stockbit (rekomendasi saham) setiap minggu berlaku seumur hidup
3. Monthly Gathering baik (offline/ online) untuk membahas tentang saham 1x sebulan selamanya (Free Konsultasi Saham)

Biaya Investasi :

BASIC Rp. 1.000.000,-

PREMIUM Rp. 2.000.000,-

Namun untuk kelas perdana, ada CASHBACK sebesar 50%!!

dan kalau mendaftar sebelum tanggal 31 Januari 2019 ada CASHBACK tambahan 50% lagi, jadi total investasi sebelum tanggal 31 Januari 2019 adalah :

BASIC Rp. 250.000,-         

PREMIUM Rp. 500.000,-

So, buruan daftar karena tempatnya terbatas bangettt.. Hubungi STC di 08562727323 atau akses web di www.swaragamatc.com

Salam,.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.