Jijik sama Motivator

Siapa dari kita yang agak risih mendengar kata “motivator”??

Mungkin banyak, mungkin juga sedikit dari kita. Tapi sepengetahuan saya 1 tahun ini berkecimpung di dunia per mahasiswaan, ada lumayan banyak rekan-rekan mahasiswa yang sepertinya risih dengan kata motivator. Sepertinya ketika kata “motivator” itu terdengar, muncul skeptis dengan apa yang akan dan sudah diomongkan oleh motivator tersebut.

Memang tidak semua orang atau semua mahasiswa yang risih dengan kata tersebut, masih banyak juga yang senang mendengar petuah nasihat dan kata-kata motivasi dari para motivator.

Ketika saya coba kulik lebih dalam lagi kenapa rekan-rekan mahasiswa ini risih dengan kata tersebut, sebagian besar menjawab karena memang hidup ini gak semudah apa yang dikatakan para motivator tersebut. Lalu yang berikutnya ada juga beberapa yang mencoba membandingkan antara omongan dan perilaku yang ditunjukan dimasyarakat itu tidak sinkron, alias apa yang diomongkan tidak dilakukan.

Pertanyaannya apakah memang kita harus risih mendengarkan para motivator berkoar-koar tentang motivasi untuk orang yang mendengar? atau sebaliknya?

“Be skeptical of everything!” mbak Najwa.

Mbak Najwa atau mb Nana dalam salah satu video di Youtube pernah mengatakan hal diatas, jadilah skeptis untuk setiap hal. Skeptis dalam arti selalu bertanya dan jangan telan mentah-mentah setiap hal atau data yang kita lihat dengar dan rasakan. Pertanyakan lebih dalam hal-hal tersebut. Karena ketika kita hanya menelan mentah-mentah tanpa memproses ulang dalam pikiran kita, jadinya ya kita “sakit”.

So, dalam hal Motivator ini juga sama, jangan asal percaya apa yang dikatakan para Motivator. Selalu tanyakan kepada diri, cari data lebih dalam, coba tanya ke orang lain, atau tanyakan langsung kepada motivatornya tentang apa yang dia bicarakan. Setelah itu baru ambil kesimpulannya. Toh juga apa yang dikatakan para motivator ini tidak semua salah, atau pun tidak semua indah.

Banyak juga orang-orang yang bisa sukses karena mendengar apa yang para motivator ini katakan, namun disatu sisi banyak pula orang yang terjrumus oleh omongan motivator.

jadi apakah masih risih mendengar kata “Motivator”?

salam.,

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.