Pilihan Beda, Bukan Berarti Prinsip Beda

Tahun-tahun belakangan ini Indonesia sedang bertumbuh semakin dewasa, dewasa dalam hal perpolitikan. Kenapa seperti itu, dulu ketika masih kecil masih ingat banget yang namanya politik itu ya cuma itu-itu aja, gak ada yang beda dari tahun-ketahun. sama. Namun beberapa tahun terahir semakin banyak orang yang berani bersuara, menunjukan pilihan politiknya kepada kalayak umum, sedangkan dulu menganut “budaya” Rahasia. Dari hal tersebut terlihat kita mau tau tentang politik pastinya, ya minimal dengan baca-baca berita aja di media online.

Disini saya tidak akan berbicara tentang politik, dan gak peduli dengan pilihan politik orang lain, hak setiap orang.

Ada satu hal yang menarik dari hal diatas, tentang pilihan politik. Hal tersebut lebih kepada banyak orang yang masih menyamakan antara Pilihan politik dengan Pilihan Prinsip Hidup. Ketika pilihan saya beda dengan kamu, maka kamu Prinsip hidupnya beda dengan kamu. Pilihan Prinsip ini lebih kepada benar atau salah, baik atau buruk, ataupun bagus atau jelek. Ketika saya memilih yang menurut saya Baik (pilihan politik) berarti pilihan orang lain yang beda dengan saya adalah Buruk, sehingga pandangan kita ke orang tersebut kemudian tiba-tiba menyempit seketika. Melihat orang lain tersebut seluruh hidupnya tercermin dari pilihan politiknya semata!

Hey dude, ayolah….

Pilihan politik hanya satu bagian dari jutaan bagian kehidupan kita! Bukan segalanya!

Kalau memang benar pilihan politiknya buruk, apakah itu berarti orang yang memilih juga buruk??

Pilihan politik dimata saya sama seperti pilihan klub sepak bola favorit, saya Internisti dan tentunya musuh terbesarnya adalah Milanisti, tapi apakah saya melihat para milanisti itu prinsip hidupnya buruk? kan kagakk… kita tetap punya junjungan tim masing-masing, dan ketika mereka bertemu dilapangan hijau pastinya kami salih bersorak mendukung tim kami masing-masing, namun setelah selesai nobarnya ya kita mah ngobrol seru hahaha sante lagi di angkringan andalan.

Beberapa waktu lalu saya coba bertanya kepada beberapa teman untuk mengajak mereka nonton sebuah acara yang diadakan oleh seorang tokoh terkenal standup, dan jawaban mereka kompak! KAgak! karena dia ada dipihak sana! kaget juga dengernya..hehehe

Jadi pilihan politik udah seperti pilihan surga dan neraka, klo pilihan saya termasuk bagian surga maka pilihan yang lain harus masuk neraka, gak peduli dia orang baik, gak peduli dia orang tua yang bertanggung jawab untuk kehidupan keluarganya, dan gak peduli ibadahnya taat tapi klo pilihannya beda so dia harus ke neraka.

So, klo boleh titip saran ni sama kite-kite, dewasa dalam berpolitiknya, monggo silahkan pilih sesuai nilai dan hati nurani masing-masing. Setiap pilihan pasti ada baiknya dan PASTI ada buruknya! Stop untuk terlalu mentuhankan pilihanmu, dan ketika mendukung satu pihak-energi kita harus digunakan untuk menunjukan hal2 yang keren dari junjungan kita, jangan habiskan energi kita untuk hanya menghujat-menjatuhkan-menjelekan pilihan orang lain. Biar suasana politik Indonesia semakin semarak dan menarik.

salam.,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.