Passion Trap

Passion, kata yang sepertinya sangat terngiang-ngiang di telinga dan pikiran anak muda sekarang. Banyak orang diluaran sana yang sukses karena mamang berhasil menemukan passionnya dan mengupayakan dengan harga yang mahal! Tapi jauh lebih banyak yang GAGAL karena mengikuti yang dianggap passion mereka walau mereka juga telah bayar harga!

Jadi passion bisa juga buat Gagal??

SANGAT BISA?

kalau terjebak dalam Passion Trap. So apa aja passion trap itu?

  1. Salah mendefinisikan apa itu Passion.
    • Terlalu terburu-buru dalam menentukan ini passion adalah kesalahan pertama yang sering kita lakukan, hanya karena baru mencoba beberapa minggu dan sangat menikmati maka langsung beranggapan bahwa itu adalah passionnya, lalu dengan pikiran pendek keluar dari pekerjaannya hanya untuk fokus mengejar yang dikatakan passion tersebut. Apakah memang ketika kita melakukan sesuatu dan kita senang itu pasti passion? atau ada hal lain yang bisa menunjukkan dengan lebih pasti tentang passion tersebut? ada satu arti yang menurut saya menarik tentang passion, “Passion is something in which you are above average and people take notice of that skill in you.” Passion adalah sesuatu hal yang kamu lakukan dan itu lebih baik dari orang lain, dan orang lain pun notice tenang kemampuan tersebut. Contoh, ketika kita punya passion tentang memasak, padahal skill masakan kita gak terlalu baik, dan pun rasa masakan B aja. apakah itu passion? bisa Iya bisa juga Tidak. Iya jika kita sedang melakukannya terasa sangat bersemangat, dan mau untuk terus berlatih apapun harganya, dan pikiran kita selalu terpikir tentang memasak. Ditambah proses waktu yang tidak sebentar. TIDAK jika itu dilakukan setelah mendapat motivasi tentang passion dan kebetulan sedang hobi memasak.
  2. Tidak mau bayar harga mahal.
    • Kesalah berikutnya adalah tidak mau melewati proses yang panjang dan menyakitkan! kenapa saya bilang panjang karena yang namanya passion itu tidak bisa ditemukan atau diciptakan dalam waktu sebentar. Kalau kita merasa menemukan passion kita dalam waktu yang pendek, maka hati hati dengan hal tersebut, bisa jadi itu sekedar hobi atau pengalaman baru saja.
    • Yang namanya Passion, PASTI kita harus mau bayar harga! dan HARGANYA MAHAL! Belajar lebih lagi, ikut pelatihan, baca buku, latihan, mencoba, bertanya dengan orang yang berhasil, gagal, mencoba lagi, dipandang sebelah mata, gak dapat penghasilan pada awalnya, dan harga-harga lain yang harus dibayar. Tapi kalau memang itu true passion, maka hal-hal diatas akan bisa dijalani. Karena semangat dan antusiasme dari passion itu jauh lebih besar dari harga yang dibayar. Jadi jika kita baru coba bebera kali dan sudah “males” so mungkin itu bukan passionmu, atau memang kamu tidak mau bayar harga.
  3. Hanya Ikut ikutan.
    • Yang ini lebih kepada orang-orang yang hanya ikut trend sesaat saja. Saat ini trennya sedang apa ya lalu ikut-ikutan meramaikan dan kemudian langsung memberi label bahwa ini adalah passionnya. Memang bisa jadi trend terbaru adalah passion kita, tapi tetap membutuhkan pembuktian lebih lanjut lagi.
  4. Keluar sebelum Kelar.
    • Ini juga yang sering kita denger dari teman-teman kita yang secepat kita memutuskan untuk memutar kemudi kehidupannya gara-gara sesuatu yang dia anggap sebagai Passion. Keluar dari pekerjaan yang mungkin selama ini menjadi tulang punggung penghidupannya hanya demi fokus ke passionnya. Menurut saya boleh saja, tetapi tetap harus dipikir secara mendalam, seperti yang dikatakan di atas, bahwa jika kamu merasa punya passion dibidang tertentu, cobain dulu passion tersebut sebelum memutuskan untuk fokus ke passion tersebut. Caranya simple, yakni coba lihat skill yang kamu miliki, apakah sudah lebih baik dari yang lain gak? lalu apakah orang lain notice bahwa kamu orang yang hebat dibidang tersebut? lalu apaka hasil karyamu tersebut bisa mendatangkan penghasilan? jika 3 pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan yakin IYA, maka keluar dari pekerjaan bisa menjadi pilihan yang baik. Tapi jika ada beberapa pertanyaan yang jawabnya TIDAK, maka sebaiknya pikirkan dulu matang-matang sebelum mengambil keputusan.

“So be careful with your passion and the passion trap!.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.