Siang pertama saya bersama raft-ing

Perjalanan liburan kali ini cukup menarik, yang biasanya cuma diisi dengan jalan ke mall, liat barang-barang yang buat kantong kering, mata bengkak, dan hati panas – eh kali ini ada jadwal liburan diisi dengan pergi ke pinggiran kota Bandung, ke daerah yang saya belum pernah menginjakkan kaki saya disana. Yups, bukan untuk cuma jalan saja dan melihat keindahaan dari Sang Khalik, karena disana saya mencoba mengukur tingkat adrenalin saya dengan bermain kapal-kapalan di arus air liar, alias rafting-bahasa gampangnya maen arung jeram.

Pengalaman ini dimulai dari malam setelah kami semua ber 22 selesai menunaikan pekerjaan kami di kantor kami masing masing tentunya, malam dimana kebahagiaan tumpah sampai mana-mana, dimana rasa saling memiliki ada disitu, di Gereja kami dipersatukan. Berangkat pukul 21.30 menuju Lembang Bandung dimana kami sudah mendepositkan beberapa uang dari Gereja untuk bermalam satu malam disana.
Jalan menuju ke tempat itu tak semudah yang dibayangkan, karena dari hadangan malam yang semakin larut, jalan yang kurang bersahabat, kemacetan yang merajalela, sampai skill para sopir yang duduk dibelakang 4 kemudi bundar yang berbeda. Walau hadangan tadi menghadang, toh kamipun sampai bersama-sama dengan selamat, tapi sesampainya disana, perebutan tempat strategis untuk melabuhkan tubuh ini pun dimulai, dan itu yang membuat beberapa dari kami tidak selamat!
Pagi dimulai dari para Chef dadakan membuat nasi goreng ala kadarnya, termasuk saaya!hehe
yang special bukan nasi gorengnya, namun daging merah yang menggoda yang kadang muncul dari nasi goreng tersebut..hmmm yummy..
Urusan jasmani sudah terpenuhi, sekarang urusan Rohani yang wajib dipenuhi..persekutuan doa kecil kali ini kami mencoba sesuatu yang berbeda, “Taize”. Mencoba menikmati Tuhan dengan lebih sederhana, mencoba  berdoa dengan lebih sederhana, bernyanyi dengan lebih sederhana, karena memang Tuhan itu sederhana.
Masuk ke jadwal yang ditunggu-tunggu, kami menggelontorkan kendaraan kami ke arah pinggiran Bandung, letaknya kalau dari Lembang sekitar 3jam, tepatnya di situ Pangalengan.
Jalan yang sempit, plus ditambah motor-motor bersliweran, cukup buat nyali sedikit ciut. Sesampainya di sana, udara sejuk, pemandangan indah pun terpapar dengan gamblangnya. Tidak lama kemudian kami didatangi crew yang rupanya sudah menunggu gerombolan kami, dan beliau pun menjelaskan apa yang akan kami lakukan.. langkah pertama adalah….MAKAANN…hehehe
setelah ritual penting tersebut kami lewati, kami pun dibagi menjadi beberapa kelompok kapal, dan sialnya kapal saya berisi 7 orang, padahal normalnya 5 orang saja! uhuiii…tapi ok lahh..
dengan penjelasan keamanan yang sepertinya orang tersebut sudah mengajarkan jutaan kali kepada jutaan orang bagaimana cara pakai pelampung, mendayung, dsb.
Perjalananpun kami mulai…
Masuk ke situ yang airnya sangat tenang dan dalam, hati pun bertanya..hmm mana ne, langsung saja ke yang serem-seremm..dan benar saja, begitu kami melewati gundukan tanah yang lumayan tinggi, terlihatlah lokasi dimana kami akan dihabisii..
Perjalanan pertobatan kami pun dimulai dari curam-curam yang masih biasa, eh berjalannya waktu curam-curam penghabisan pun kami libas dengan semangat dan teriakan!!!
Gak berasa waktu sekitar 40menit kami habiskan dengan teriakan teriakan pasrah yang membahana diantara curam curam dan pohon pohon disebelah jalan kami.
Akhir perjalanan, tiba2 instrukstur gila kami menggulingkan perahu dan otomatis tercebur semua awak perahu tersebut. Basah, dingin, berarus, dan ramee..

Ternyata, decak kagum saya tidak selesai sampai situ, perjalanan kami balik ke point awal  dengan mobil-mobil angkot membuat menyeringai bibir saya, hamparan kebun teh yang terbentang luas sepanjang mata memandang, hijauuu, tertata, teraturr..fuihhh..seketika hilang penat pekerjaan, penat jakarta maaf tidak berlaku disini.

Selesai sudah hari indah itu bersama rekan-rekan yang indah pula…

Tapi,… memang jakarta tetap jakarta, baru keluar dari tol purbaleunyi dan masuk tol cikampek sudah disambut MACET PARAH! itu jam 10 malam! dijalan tol! fuihhh….

Thanx to semua rekan pekerja muda GKI Kayu Putih, Dia tau apa yang kita butuhkan..

welcome to the jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.